Page 37 - TOTAL STATION
P. 37
7. Setelah kode dan identitas stasiun pengamat dicatat, data kolektor akan
mempersilakan surveyor untuk mengisi nomor titik detil (stasiun 114), dan kode titik
stasiun (misal 02).
8. Apabila pada gambar 12.2 survei dilakukan secara polygon, maka
pembidikan/ pengukuran selanjutnya adalah pada titik FS (kode 30). Ulangi langkah
4,5,6, dan 7 dengan data yang sesuai.
9. Pada stasiun 111, sembarang nomor titik IS (kode 40) dapat digunakan untuk
menandai unsur topografi yang dibidik. Prisma reflektor biasanya dipasang pada
tongkat yang diukur tingginya, sehingga tinggi reflektor (HR) dapat diatur sama
dengan tinggi alat (Hi). Tongkat penyangga prisma dapat didirikan dengan tegak
dengan bantuan tiang pembantu (misal statif) sehingga pembidikan dapat dilakukan
dengan lebih teliti. Beberapa perangkat lunak (software) dapat langsung
memperlihatkan kepada para surveyor untuk identifikasi, dengan nomor berikutnya,
titik yang akan dihubungkan pada peta nantinya (pada contoh garis pantai).
Hubungan ini (on/off) dari detil di lapangan akan memberikan kemudahan pada
surveyor untuk membuat peta (untuk terminal grafis atau plotter) seperti yang tertera
pada sketsa lapangan yang dibuat.
Alternatif lain, surveyor dapat menghubungkan titik-titik apabila menggunakan mode
edit pada komputer. Catatan lapangan yang baik akan sangat membantu pada
pemetaan cara ini.
10. Apabila data semua detil topografi di sekitar stasiun tempat berdiri alat (111)
telah diukur dan dimasukkan, alat total station dapat dipindahkan ke stasiun poligon
berikutnya (misal 112), dan pengukuran data dapat dilakukan dengan cara-cara yang
sama seperti di atas. Di sini, BS menjadi stasiun 111, dan FS stasiun 113. Bidik
semua detil-detil IS yang dianggap perlu.
Catatan : apabila total station akan dipindahkan dari stasiun ke stasiun yang lain,
total station harus dilepaskan dulu dari statifnya, dan dibawa secara terpisah serta
dimasukkan ke dalam kotaknya.
37

