Page 32 - TOTAL STATION
P. 32
PROSEDUR PEMETAAN TOPOGRAFI MENGGUNAKAN ALAT TOTAL STATION
9. Masukkan Data Awal
Total station dapat digunakan pada berbagai tahapan survei, survei pendahuluan,
survei titik kontrol, dan survei pematokan. Total station terutama cocok untuk survei
topografi untuk menghasilkan posisi (X, Y, Z) dari sejumlah detil yang cukup banyak (700
sampai dengan 1000 titik perhari), dua kali lebih banyak dari data yang dapat dikumpulkan
dengan alat teodolite biasa (stadia) dan Electronic Distance Measurement (EDM). Hal ini
akan sangat bermanfaat untuk peningkatan produktivitas, dan akan menjadikan cara ini
dapat bersaing dengan teknik fotogrametri atau survei udara, bahkan telah dapat
dihubungkan secara langsung dengan komputer dan plotter.
a. Data Awal (Initial Data Entry)
Setelah alat ukur dipasang di atas stasiun dan dibuat sumbu I vertikal, pada layar
monitor alat akan ditampilkan menu-menu yang harus diisi oleh surveyor dengan cara
menekan tombol-tombol antara lain :
1. Koordinat dari stasiun tempat berdirinya alat dan koordinat atau azimut stasiun
sebelumya.
2. Deskripsi atau keterangan dari proyek.
3. Tanggal pengukuran dan anggota surveyor.
4. Temperatur udara.
5. Tekanan udara saat itu (beberapa pengumpul data membutuhkan masukkan
koreksi ppm yang dibaca dari temperatur saat pengukuran).
6. Konstante prisma (misal 0,03 m).
7. Pengaturan nilai kelengkungan permukaan bumi dan refraksi.
8. Koreksi ke permukaan air laut.
9. Jumlah dan jenis pengukuran sudut (repetisi) dan jarak (untuk merata-rata
hasil).
10. Pemilihan jenis pengukuran (biasa atau luar biasa)
11. Penomoran secara otomatis pada obyek yang akan dibidik.
12. Memilih unit atau satuan jarak (feet atau standard internasional).
(Banyak di antara aturan atau isian ini dapat di-bypass, karena mikroposesor
telah memasang pilihan “default” untuk nilai-nilai di atas maupun satuannya).
32

