Page 28 - TOTAL STATION
P. 28
PENGUKURAN TITIK DETIL
8. Titik Detil
Titik detil adalah segala objek yang ada di lapangan, baik bersifat alamiah seperti
sungai, lembah, bukit, alur dan rawa, maupun hasil budidaya manusia seperti jalan,
jembatan, gedung, lapangan, stasiun, selokan, dan batas-batas pemilikan tanah yang akan
digambarkan pada peta.
Pemilihan detil, distribusi dan teknik pengukurannya dalam pemetaan sangat
bergantung pada skala dan tujuan pembuatan suatu peta. Misal untuk peta kadaster atau
pendaftaran hak atas tanah, yang diperlukan adalah unsur batas-batas pemilikan tanah,
sedang beda tinggi atau topografinya tidak diperlukan. Sedang untuk peta teknik, yang
diperlukan adalah unsur-unsur topografi, detil alamiah serta hasil budaya manusia yang
konkrit ada di lapangan.
Penentuan posisi dari titi-titik detil diikatkan pada titik-titik kerangka pemetaan terdekat
yang telah diukur sebelumnya.
a. Pemetaan Detil Menggunakan Alat Total Station
Total station dapat digunakan pada berbagai tahapan survei, baik survei
pendahuluan, survei titik kontrol dan survei pengukuran titik detil. Total station
terutama cocok untuk melaksanakan survei topografi untuk mendapatkan posisi (x,y,z)
dengan jumlah titik detil yang cukup banyak (700 sampai dengan 100 per hari bahkan
lebih).
Tahap-tahap Pelaksanaan pengukurannya sebagai berikut:
1. Pastikan telah tersedia titik kerangka kontrol pemetaan yang telah diketahui
koordinatnya sebagai referensi. Koordinat dalam hal ini adalah koordinat
Universal Transverse Mercator (UTM) tiga dimensi (x,y,z). Jika belum terdapat
koordinat tersebut dapat menetapkan koordinat lokal sebagai referensi dan
menggunakan kompas sebagai pendekatan asimut (arah utara pemetaan).
2. Siapkan tongkat jalan yang telah dipasang prisma target untuk melaksanakan
pemetaan detil/ situasi. Ukur tinggi tongkat sampai dengan pusat prisma target.
Catat konstanta prisma target.
28

