Page 26 - TOTAL STATION
P. 26
Selain biasa digunakan untuk mengukur jarak datar dari objek-objek yang dibidik, total
station dapat mengetahui jarak miring antar objek yang dibidik. Jarak datar akan berkaitan
dengan posisi (koordinat) suatu objek sedangkan jarak miring akan berkaitan dengan data
beda tinggi dua diantara dua kedudukan atau tinggi suatu objek.
a. Konstanta Prisma
Terdapat kesalahan pengukuran jarak akibat sumbu optis reflektor tidak berimpit
dengan sumbu vertikalnya. Akibat hal tersebut perlu adanya tambahan tetapan nilai
prisma yang disebut konstanta prisma. Nilai konstanta prisma akan tertulis/ dicetak
pada masing-masing prisma sesuai pabrik pembuatnya. Nilai konstanta prisma
tersebut sebagai tetapan untuk menghimpitkan sumbu optis prisma dengan sumbu
vertikalnya.
Apabila tidak terdapat keterangan konstanta prisma, dapat dilaksanakan
pengecekan sebagai berikut:
- Pilih tempat yang datar dan ukur jarak 10 meter.
- Stel/ pasang alat total station pada salah satu ujung, laksanakan sentering dan
levelkan alat benar-benar datar.
- Stel/ pasang prisma pada ujung yang lain, laksanakan sentering dan levelkan
kedudukan prisma dengan bantuan nivo.
- Untuk mengecek konstanta prisma, terlebih dahulu atur konstanta prisma pada
alat total station 0 (nol) mili meter.
- Laksanakan pengukuran jarak, jika diperoleh jarak datarnya 10 meter maka
konstanta prismanya 0 mili meter.
- Jika hasil ukuran jarak datar menggunakan total station 9,970 meter maka
konstanta prismanya 3 cm/ 30 mili meter.
b. Pengukuran Jarak Tanpa Prisma
Perkembangan teknologi pada saat ini telah menciptakan peralatan untuk
mengukur jarak tanpa bantuan prisma, dengan memanfaatkan target yang diukur
sebagai reflektor. Beberapa pabrikan menggunakan metode pulsa dari sinyal
inframerah yang dipancarkan oleh diode laser untuk memperoleh jarak langsung dari
target tanpa menggunakan prisma. Akan tetapi kemapuan pengukuran jarak tanpa
prisma lebih rendah dibandingkan pengukuran jarak menggunakan prisma.
26

