Page 35 - TOTAL STATION
P. 35
Sejak dicanangkannya standarisasi ini dalam survei jalan raya, kegiatan yang
sejenis harus mengunakan sistem ini, khususnya dalam hal survei situasi secara
umum sehingga pihak ketiga dapat menggunakan data-data yang telah terkumpul,
baik secara manual maupun diproses dengan komputer dan perencanaan untuk
pemetaan harus menggunakan sistem yang sama (baku).
c. Masukan Data Titik Stasiun
Data masukan pada titik stasiun tempat alat total station didirikan antara lain :
1. Kode 10 (Tabel 1)
2. Tinggi alat (masukan setelah diukur)
3. Nomor titik stasiun, contoh 111-lihat gambar berikut
4. Kode identitas titik stasiun (lihat pada buku petunjuk atau kode sheet tabel 1)
5. Koordinat dari titik stasiun (dapat fiktif, dalam sistem lokal, maupun UTM)
6. Koordinat stasiun sebelumnya (stasiun BS), atau azimuth ke titik stasiun BS.
Catatan : pada beberapa data kolektor, koordinat titik stasiun selain untuk
reduksi dari data ukuran titik-titik detil, dipakai pula sebagai titik awal hitungan
perataan.
d. Data Masukan dari Titik Detil
Dari titik-titik detil yang dibidik, data yang harus dimasukkan antara lain :
1. Kode operasi 20, 30 atau 40 untuk BS, FS atau IS untuk beberapa total station.
2. Ketinggian dari prisma pemantul atau reflektor (setelah diukur).
3. Nomor titik detil, sebagai contoh, 114 (BS), lihat gambar berikut.
4. Nomor identifikasi stasiun, contoh 02 (CM) pada Tabel 9.1. dan gambar
berikut.
35

