Page 15 - TOTAL STATION
P. 15
1. Pengukuran tunggal
Misalkan akan diukur sudut B yang arah pembacaannya A dan C. Langkah-
langkahnya sebagai berikut:
- Tahap pertama
Stel (dirikan) alat ukur total station di atas titik B dengan bantuan alat
senteringnya.
- Tahap kedua
Levelkan alat dengan mengatur nivo pada alat. Bidikkan teropong pada
target A dengan cara mengarahkan teropong pada target dengan bantuan visir
(targeting sight), apabila teropong telah mendekati target, kunci klem horisontal
dan vertikal, tepatkan garis bidik pada target dengan memutar skrup penggerak
halusnya, setelah tepat pada target catat pembacaan penunjukkan arah
horisontalnya misal R1.
A = C =
R R
1 2
ß
B
Gambar 5 2 Tahap Kedua Pengukuran Tunggal
- Tahap ketiga
Buka kedua klem (horisontal dan vertikal) kemudian bidik target di titik C
dengan cara yang sama seperti pada langkah 2. Setelah tepat pada target catat
pembacaan penunjukkan arah horisontalnya misal R2.
Nilai/ besarnya sudut B = ß = R2 – R1
Teknik pengukuran tunggal dilakukan untuk pengukuran titik detil, tidak digunakan
untuk pengukuran titik kontrol.
15

