Page 19 - MBES Norbit
P. 19

3.    Penanggulangan

                  Bilamana terjadi kerusakan alat mbes Norbit, prosedur penanggulangan yang harus
            dilaksanakan adalah sebagai berikut:

                  a.    Mencatat posisi terakhir peralatan saat mengalami kerusakan

                  b.    Membuat kronologis kejadian secara detail
                  c.    Melakukan  koordinasi  dan  minta  arahan  ke  Disveranautikas  untuk  mengatasi

                  masalah dilapangan
                  d.    Melaporkan kejadian secara berjenjang kepada Wasdal dan Kadisveranautikas

                  untuk diambil langkah selanjutnya; dan
                  e.    Jika tidak bisa diatasi menunggu kiriman alat pengganti dari Jakarta.



            4.    Pencegahan

                  Untuk meminimalkan resiko, tindakan pencegahan yang dapat dilakukan adalah:
                  a.    Peningkatan  pelatihan  operator:  Pastikan  operator  yang  mengoperasikan  alat

                  mbes Norbit terlatih dengan baik dalam pemeliharaan dan pengoperasian alat, serta
                  prosedur darurat yang perlu dilakukan saat terjadi kerusakan;

                  b.    Pemeliharaan berkala: Lakukan pemeliharaan rutin terhadap alat mbes Norbit,

                  dan sistem pendukung lainnya untuk memastikan semua perangkat berfungsi dengan
                  baik dan mengurangi kemungkinan terjadinya kerusakan; dan

                  c.    Analisis potensi bahaya: Lakukan analisis potensi bahaya secara periodik untuk

                  mendeteksi  potensi  Resiko  yang  mungkin  timbul  dalam  pelaksanaan  survei  dan
                  lakukan mitigasi yang diperlukan.



            5.    Trouble Shooting
                  a.    Masalah yang yang kerapkali terjadi adalah mbes Norbit tidak dapat normalisasi

                  sehingga tidak dapat memancar dan mengambil data kedalaman, hal ini disebabkan

                  dari  gangguan  pada  transduser  yang  kemungkinan  terbentur  atau  konektor  kabel
                  transduser kendur sehingga air masuk dan terjadi short pada transduser.

                  b.    Terjadi  error  pada  software  akuisisi  yang  disebabkan  oleh  virus  atau  kondisi
                  laptop  yang  kurang  baik  dan  terjadi  korupt  software  wbms  maupun  hypack  serta

                  kurangnya kapasitas memori laptop akuisisi.
                  c.    Hasil  pengambilan  data  yang  kurang  bagus  bahkan  rusak  akibat  kesalahan

                  setting peralatan seperti nilai offset, patchtest, kesalahan data CTD dan data surutan.





                                                                                                           19
   14   15   16   17   18   19   20   21   22