Page 39 - R2 SONIC
P. 39

9.    Penanggulangan

                  Bilamana  terjadi  kerusakan  alat  MBES  R2  Sonic,  prosedur  penanggulangan  yang
            harus dilaksanakan adalah sebagai berikut:

                  a.      Mencatat posisi terakhir peralatan saat mengalami kerusakan;

                  b.      Membuat kronologis kejadian secara detail;
                  c.       Melakukan koordinasi dan minta arahan ke Disveranautikas untuk mengatasi

                   masalah dilapangan;
                  d.       Melaporkan      kejadian     secara     berjenjang    kepada      Wasdal      dan

                   Kadisveranautikas untuk diambil langkah selanjutnya; dan
                  e.      Jika tidak bisa diatasi menunggu kiriman alat pengganti dari Jakarta.



            10.  Pencegahan

                  Untuk meminimalkan resiko, tindakan pencegahan yang dapat dilakukan adalah:
                  a.       Peningkatan pelatihan operator: Pastikan operator yang mengoperasikan alat

                   MBES R2 Sonic terlatih dengan baik dalam pemeliharaan dan pengoperasian alat,
                   serta prosedur darurat yang perlu dilakukan saat terjadi kerusakan;

                  b.       Pemeliharaan berkala: Lakukan pemeliharaan rutin terhadap alat MBES R2

                   Sonic, dan sistem pendukung lainnya untuk memastikan semua perangkat berfungsi
                   dengan baik dan mengurangi kemungkinan terjadinya kerusakan; dan

                  c.       Analisis  potensi  bahaya:  Lakukan  analisis  potensi  bahaya  secara  periodik

                   untuk mendeteksi potensi Resiko yang mungkin timbul dalam pelaksanaan survei
                   dan lakukan mitigasi yang diperlukan.



            11.  Trouble Shooting
                   a.      Masalah  yang  yang  kerapkali  terjadi  adalah  MBES  R2  Sonic  tidak  dapat

                   normalisasi sehingga tidak dapat memancar dan mengambil data kedalaman, hal ini

                   disebabkan  dari  gangguan  pada  transduser  yang  kemungkinan  terbentur  atau
                   konektor  kabel  transduser  kendur  sehingga  air  masuk  dan  terjadi  short  pada

                   transduser.
                   b.      Terjadi error pada software akuisisi yang disebabkan oleh virus atau kondisi

                   laptop yang kurang baik dan terjadi korupt software EIVA dan kurangnya kapasitas
                   memori laptop akuisisi.

                   c.      Hasil pengambilan data yang kurang bagus bahkan rusak akibat kesalahan

                   setting peralatan seperti nilai offset, patchtest, kesalahan data CTD dan data surutan.


                                                                                                           39
   34   35   36   37   38   39   40   41   42